Friday, 24 September 2021

Refleksi

Setelah mengikuti kegiatan in house training tentang sekolah penggerak. Akhirnya kini mulai masuk ke sesi terakhir yaitu sesi refleksi. 

Sebagai salah satu peserta di satuan pendidikan Anak Usia Dini. Saya merasa senang dan bersyukur bisa menjadi salah satu bagiannya. Dalam sesi refleksi ini, saya akan menyampaikan beberapa poin penting,

Pertama, adalah materi yang saya kuasai. Rasanya berat bila saya sebut saya mengusasi materi ini. Karena kok rasanya saya masih perlu untuk melatih diri ini untuk menjadi lebih baik lagi. Jadi sepertinya saya akan coba menyampaikan beberapa hal yang bisa saya ingat dan pahami saja. Kegiatan di awal saya dan peserta dibukakan mengenai pendidikan Ki Hajar Dewantara yang menjadi paradigma untuk pendidik di indonesia. Dalam video tersebut, digambarkan secara jelas mengenai cita-citanya terhadap pendidikan di Indonesia yang bisa merata tidak lagi hanya diperuntukkan untuk kaum tertentu saja. Selain itu, Profil pelajar pancasila yang dikenalkan betul-betul bisa menjadi wahana agar cita-cita Ki Hajar Dewantara bisa terwujud.   


6 poin dari profil pelajar pancasila diatas sebetulnya sudah ada dalam student profile Sekolah Gagasceria, sehingga mudah-mudahan hal ini bisa terus dilanjutkan.  Agar bisa mewujudkannya, tentu sebagai guru perlu menyempurnakannya ke dalam bentuk yang lebih spesifik. 


Dari materi yang sudah disampaikan, saya merasa perlu belajar lebih jauh bagaimana membuat tujuan pembelajaran. Meski kini sudah ada beberapa contoh, namun saya merasa perlu belajar lebih jauh lagi. Semoga dengan memasukkan elemen jati diri, agama dan moral, serta literasi dan STEAM dalam tujuan pembelajaran yang akan saya buat, hal ini bisa membuat saya sebagai guru menjadi lebih paham arah. Kemana saya akan bergerak, apa yang akan saya arahkan dan bagaimana prosesnya. Hal ini perlu latihan dan pasti akan mengalami trial dan error. Langkah pertama yang akan saya lakukan adalah memperbaiki diri saat melakukan evaluasi, karena berawal dari hasil valusi, maka guru bisa mengambil langkah tepat kedepannya. sehingga saya perlu melatih ketajaman pengamatan dalam membaca kebutuhan anak.

Selama beberapa sesi pelatihan, yang saya rasakan tentu beragam. Dimulai dari rasa semangat, bingung, hingga capek pernah dilalui. Hal ini dikarenakan kegiatan pelatihan dilakukan di tengah banyaknya rutinitas. Namun saya tetap senang bisa merasakan dinamika tersebut. Kegiatan kelompok juga menjadi salah satu kegiatan menyenangkan, bagaimana saya belajar dari teman, bagaimana saya melihat sudut pandang yang berbeda dan bagaimana kami saling melengkapi. Terimakasih semuanya, semoga ilmu yang saya dapatkan bisa berguna untuk anak-anak Indonesia.