Gaya belajar pada anak yang sudah diketahui ada tiga macam, yaitu, visual, auditori dan kinestetik. Banyak orang yang tidak tahu tentang karakteristik gaya belajarnya sendiri apalagi anaknya. Awalnya saya pun begitu, namum setelah banyak ngobrol sama beberapa teman, dan membaca artikel gaya belajar, saya jadi yakin kalau saya itu tipe visual. Seberapa penting sih mengenal tipe gaya belajar ini?
Penting sekali, saya sebagai guru di TK harus tahu karakteristik masing-masing anak murid saya, apakah visual, auditori maupun kinestetik. Hal ini berpengaruh pada cara saya mengajarkan suatu hal pada anak yang berbeda-beda. Misalnya, saat akan mengenalkan bentuk geometri pada anak, si anak visual akan mudah mengenali bentuk walau hanya dengan melihat gambarnya saja. Tapi anak tipe audotori akan lebih mudah mengenali bentuk tersebut dari lagu misalnya, sedangkan anak tipe kinestetik akan mengenali bentuk setelah ia pegang bentuk tersebut, dilihat, diraba dari berbagai sisi, dll.
Sebagai guru dan orang tua, kita harus mengembangkan ketiga gaya belajar tersebut, walaupun pada akhirnya ada satu atau dua yang paling menonjol. Hal ini pula yang saya coba sendiri pada Jalu. Semenjak bayi, saya coba kenali cara bermainnya.
Hal yang menjadi minat anak terutama anak laki-laki seperti Jalu adalah binatang, sehingga dari bayi saya sering membawakan Jalu buku cerita tentang binatang, miniatur binatang, dan mengoleksi lagu-lagu binatang. (Sebaiknya saat akan memperlihatkan gambar suatu benda pada anak terutama bayi harus berupa gambar nyata, maksudnya bukan gambar kartun atau animasi).
Membacakan atau memperlihatkan buku cerita pada anak mengasah kemampuan visualnya, sedangkan mendengarkan lagu-lagu binatang mengasah kemampuan auditorinya, sementara bermain dengan miniatur binatang mengasah kemampuan kinestetiknya, karena anak akan belajar melihat detil bagian binatang tersebut. Bermain berpura-pura menjadi binatang juga melatih kemampuan kinestetik anak.
Para orang tua berikan variasi kegiatan yang beragam ya, karena selain anak-anak itu cenderung mudah bosan, ternyata kegiatan bermain yang berbeda melatih gaya belajarnya juga. Selamat mencoba
No comments:
Post a Comment