Saturday, 26 April 2014

Si Pendengar dan peniru ulung

Udah lama ga nulis tentang Jalu, dan sekarang Jalu udah 20 bulan. Di usianya sekarang perkembangan bahasanya semakin berkembang, subhanallah. Gak cuma itu aja, semakin banyak hal yang bikin ami dan abinya kaget, deg-degan dan geleng-geleng kepala. Intinya di usia dia sekarang ini orang tua emang harus serba hati-hati dalam bersikap dan bicara karena ada si pendengar dan peniru ulung.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya selalu mengajak Jalu bicara semenjak di dalam kandungan hingga sekarang. Saya selalu melibatkan dia dalam setiap hal yang saya lakukan. Harapan saya pada awalnya semoga Jalu jadi anak pintar. Orang tua mana yang tidak ingin anaknya pintar? Nah, ternyata menghadapi anak pintar itu harus ekstra sabar (pede aja kalo Jalu emang anak pinter,#emakemaknarsis,hehe).

Awalnya saya banyak cerita tentang hal yg kami temui, misalnya,
"Lihat itu ada pesawat terbang di atas, dan ada kupu-kupu juga, sama-sama punya sayap loh." Kata saya pada Jalu.
Saya juga selalu menceritakan hal yg sedang saya lakukan, misalnya,
"Ami lagi bikin susu Jalu, diisi air anget, terus di kocek-kocek sampe larut, jadi deh."
Terdengar sepele dan mungkin sebagian orang menganggap itu berlebihan, tapi hal itu terbukti mengasah kemampuan bahasa anak. Sekarang dia selalu menjelaskan apa yang sedang ia lakukan dan apa yang dia lihat.
"Ami alu atoh, akit, anah" (Ami Jalu jatoh sakit disana)

Yang perlu diwaspadai adalah kita harus pintar-pintar memilih kata saat bicara, sebab anak yang mendengar akan langsung menyerapnya.
Satu yang agak menggangu dari Jalu adalah kebiasaannya memanggil dengan suara keras. Misalnya akan memanggil saya, abinya ato neneknya padahal jarak kami tidak terlalu jauh, dia akan memanggil dengan suara keras "AAAMIIIIII!!!" Saya yakin hal itu pasti ada pemicunya, pasti ada contoh yang dia ikuti, padahal saya tidak pernah memanggil dia keras-keras. Akhirnya saya ingat bahwa kami (orang rumah) akan memanggil siapapun yang sedang berada di lantai 2 dari bawah dengan suara keras. Mungkin itu yang Jalu ikuti, dia belum tahu dan belum bisa menempatkan bagaimana cara memanggil orang. Contoh yang dia lihat, maka itulah yang dia ikuti.

Sayangnya, banyak sekali orang tua yang mengeluhkan tentang perilaku anaknya yang menurut mereka mengganggu, misalnya, "Anak saya kenapa ya sering marah-marah aja? Rewel." Mungkin sebaiknya para orang tua melihat ke diri sendiri dulu, apakah dalam pola asuhnya sering memarahi anak atau tidak. Anak yang sering dibentak akan membentak juga. Anak yang dipukul akan memukul juga, dan lain sebagainya. Memang tidak mudah menjadi orang tua yang baik, tapi berusahalah sebaik mungkin, berharaplah semoga anak kita menjadi anak yang baik, maka berbuat baiklah padanya.

No comments: