Tidak pernah terbayangkan oleh saya bahwa pada akhirnya saya akan menjadi seorang guru, terlebih menjadi guru taman kanak-kanak. Pernah sih terlintas, tapi saya tidak menyangka ini akan benar-benar saya jalani.
Banyak teman-teman saya yang tidak percaya dengan profesi baru saya ini. "Serius Lan jadi guru TK? Gimana murid-muridnya yah kalau gurunya kayak kamu?" Tapi yang lebih miris itu ketika komentar keluar dari adik sendiri, "Gak kebayang murid-murid si teteh kalau gurunya siga teteh mah."
Bukan tanpa alasan mereka berkomentar demikian, hal ini karena katanya sifat saya yang seperti anak-anak. Tapi inilah tantangannya, saya percaya saya bisa. Biarlah sifat kekanak-kanakan ini menjadi hiburan bagi rekan kerja saya saja :)
Lalu bagaimana rasanya menjadi guru TK? Hmm rasanya luar biasa. Ini bukanlah sekedar pekerjaan, namun ini lebih dari sekedar itu. Ketika memilih ini sebagai profesi, maka segala hal dari diri saya berubah, cara pandang saya melihat anak-anak, bagaimana saya berbicara, bagaimana cara saya berinteraksi dengan rekan kerja, dan banyak hal lainnya. Tidak mudah memang, namun disitulah perjuangannya.
Pertama kali melihat anak-anak yang lucu berseragam taman kanak-kanak membuat saya berpikir di dalam hati, "Bener ini murid saya? Bener sekarang saya jadi guru? Terus saya harus gimanaaaaa?" Tapi kemudian saya hanya senyam-senyum saja bersama mereka, saya main bersama mereka, saya tertawa bersama mereka, dan tiba-tiba tidak terasa waktu mengajar saya habis. Teng! Waktunya pulang. Segitu saja? Ooooo tentu saja tidak, itu baru permulaan. Banyak cerita seru lainnya, anak-anak yang begitu mewarnai hari-hari saya. Anak-anak yang seringkali mengingatkan saya atas masa kecil yang begitu bahagia. It's a best job ever! Menemani perjalanan hidup seorang anak di masa "Golden Age" mereka.
No comments:
Post a Comment