Monday, 14 October 2013

Quality Time is A Must!

Sebagai orang tua yang bekerja, kebersamaan bersama anak adalah moment yang langka. Dalam satu minggu anak mendapat 'jatah' bermain bersama orang tua hanya dua hari atau mungkin kurang. Namun, itu tetap selalu saya syukuri.

Berawal dari hal tersebut, saya berkomitmen untuk selalu berusaha memanfaatkan waktu kebersamaan dengan anak secara optimal. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menemani si kecil, 'membayar ganti rugi' istilah kasarnya. Tentunya diisi dengan hal-hal positif.

Seperti yang saya lakukan bersama Jalu hari minggu tanggal 13 oktober 2013 lalu. Saya berencana membuat adonan dough atau banyak orang menyebutnya palydough. Bukan hal yang sulit untuk membuatnya, karena bahan-bahan yang digunakan sangat mudah didapat.

Bahan adonan dough

Tepung terigu 250gr
Air secukupnya
Minyak goreng 2 sdm
Pewarna makanan secukupnya
Garam 1 sdt

Jalu terlihat sangat bersemangat saat itu, ia berjalan kesana kemari, senyum sana sini, serta berteriak-teriak girang. Saat saya menuangkan terigu dan mencampurnya dengan air, Jalu terlihat penasaran dengan mencoba menempelkan jarinya ke atas terigu, kemudian saya biarkan ia mengaduk-aduk adonan terigu itu. Ketika kedua tangannya sudah berlumur terigu yang lengket, ia menjerit dan berusaha mengelap tangannya. Kemudian ia beranjak dan sembunyi di balik pintu. Akhirnya ia pun melakukan gerakan cilukba di balik pintu itu.

Saya terus mengaduk adonan dough tersebut, secara bergantian menuangkan minyak dan air sedikit demi sedikit hingga adonan menjadi kalis. Setelah adonan tidak lengket, saya membagi menjadi 2 adonan, keduanya akan saya beri warna hijau dan merah (Ternyata menjadi warna pink)

Agar adonan menjadi berwarna secara menyeluruh, harus di remas-remas terlebih dahulu. Nah saya kembali mengajak Jalu untuk membantu saya meremasnya. Hal ini bisa melatih otot tangan anak menjadi lebih kuat. Sebelum anak dikenalkan dengan alat tulis, ada baiknya anak diajak untuk berlatih menguatkan otot-otot tangannya.

Ternyata bukan hal yang mudah bagi saya untuk mengajak Jalu melakukan hal ini, Jalu sedikit ragu, walaupun akhirnya mau duduk dipangkuan saya, saya pegang kedua tangannya untuk memegang adonan dough tersebut, dan betul saja dugaan saya, Jalu menangis dan menolak melakukannya. Kemudian setelah adonan siap, saya memberinya sendok serta mengajarinya cara memotong-motong adonan. Ia tertarik mencobanya, bahkan berpura-pura memakan adonan itu, kemudian Ia berjalan menjauhi saya dan sembunyi dibalik motor, ia kembali melakukan permainan cilukba dan memutar-mutar ban motor.

Walaupun begitu, saya senang bisa melakukannya bersama anak. Berikan variasi permainan kepada anak. Bermain dough seperti itu juga merupakan cara melatih sensori motor pada anak, karena anak seusia Jalu harus diberikan banyak pengalaman mengenai tekstur halus, kasar, licin, lembek, lengket, dll. Selamat mencoba di rumah yaaaaa.

               
                                      jalu sempat berpose dulu sebelum bermain





kabur, teralih dan main cilukba


"ayo pegaaaaaang"


kabur lagi dan puter-puter rodaaaa

No comments: